Senin, 28 Maret 2011

KOTA YOGYAKARTA


SEJARAH KOTA YOGYAKARTA

Keberadaan Kota Yogyakarta tidak bisa lepas dari keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi yang memperjuangkan kedaulatan Kerajaan Mataram dari pengaruh Belanda, merupakan adik dari Sunan Paku Buwana II. Setelah melalui perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon tanggal 29 Rabiulakhir 1680 atau bertepatan dengan 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti atau sering disebut dengan Palihan Nagari Palihan Nagari inilah yang menjadi titik awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada saat itulah Susuhunan Kabanaran kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Setelah Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana mesanggrah di Ambarketawang sambil menunggui pembangunan fisik kraton.
Sebulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati.
Pembangunan ibu kota Kasultanan Yogyakarta ini membutuhkan waktu satu tahun. Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Peristiwa perpindahan ini ditandai dengan candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berupa dua ekor naga yang kedua ekornya saling melilit dan diukirkan di atas banon/renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlathi. Momentum kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas pemerintahan baik kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap. Berdasarkan itu semua maka Hari Jadi Kota Yogyakarta ditentukan pada tanggal 7 Oktober 2009 dan dikuatkan dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004.


Sumber :
Risalah Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 6 Tahun 2004.


Tempat wisata Jogja ( Yogyakarta )

Agrowisata turi, salak pondoh di taman buah
tempat wisata jogja alun-alun kidul yogyakarta
tempat wisata jogja istana ngayogyakarta hadiningrat
tempat wisata jogja bandara internasional Adisujdipto di yogyakarta
tempat wisata jogja beringharjo, pasar tradisional di yogyakarta
tempat wisata jogja bintaran, dari kediaman pangeran bintoro ke kawasan indisch
tempat wisata jogja banyusumurup, desa kerajinan aksesoris keris
tempat wisata jogja kampung serangan, mengunjungi kediaman para penatah keris
tempat wisata jogja pasar gabusan, surga kerajinan bantul
tempat wisata jogja pesanggrahan gua siluman yang misterius
tempat wisata jogja kaliurang
tempat wisata jogja kasongan keramik
tempat wisata jogja kampung kauman
tempat wisata jogja kotabaru ke kota taman tua
tempat wisata jogja kotagede pesona kota tua
tempat wisata jogja kraton yogyakarta
tempat wisata jogja loji-loji kawasan indisch pertama di yogyakarta
tempat wisata jogja malioboro
tempat wisata jogja ngasem pasar burung tertua di yogyakarta
tempat wisata jogja panggung krapyak tempat raja-raja berburu
tempat wisata jogja pasar klithikan yogyakarta berburu barang bekas dan unik
tempat wisata jogja pabrik cerutu taru martani legenda cigar van java
tempat wisata jogja pecinan yogyakarta, kawasan dagang bersejarah
tempat wisata jogja pabrik gula madukismo dan besi jembatan sungai kwai thailand
tempat wisata jogja prawirotaman, kampung batik dan penginapan yang mendunia
tempat wisata jogja puncak suroloyo puncak borobudur dari pertapaan sultan agung
tempat wisata jogja istana ratu boko
tempat wisata jogja sendang sono lourdes-nya indonesia
tempat wisata jogja sendang sriningsih
tempat wisata jogja sosrokusuman penginapan murah hingga wayang kancil
tempat wisata jogja sosrowijayan kampung turis di pusat kota yogyakarta
tempat wisata jogja stasiun tugu
tempat wisata jogja tamansari (taman sari)
tempat wisata jogja wanagama hingga pohon jati pangeran charles
tempat wisata jogja pesanggrahan warungboto dan pesona taman air abad 19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar